Agama
Islam berasal dari Allah. Memahami Islam secara benar akan mengantarkan umatnya
untuk mengamalkannya secara benar pula. Sekarang ini problematika umat yang
mendasar yaitu ketidak fahaman terhadap Al Islam sebagaimana yang dikehendaki
Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu memahami “Dinnul Islam” adala suatu
keharusan bagi umat Islam.
Selasa, 07 Agustus 2012
Pentingnya Syahadatain
Ust. Tizar zein
Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada
Tuhan melainkan Allah…..
(QS47:19)
Jumlah
umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai
Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua.
Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada
Islam secara benar, orisinil dan utuh. Hakikat memahami Islam dimulai dari
memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain).
KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’AN
1.
Al Qur’an adalah Kalamullah
- Kitab yang Mubarak (diberkahi) QS. 6 : 92
- Menunun kepada jalan yang lurus Qs. 17 : 9
- Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya QS.
41: 42
ILMU ALLAH
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah mendapatkan materi ini, maka kader dapat:
¨ Memahami bahwa
Allah SWT adalah sumber ilmu dan pengetahuan
¨ Menyadari bahwa
Allah SWT memberikan nilmu melalui dua jalan:
resmi dan tidak resmi.
¨ Mengetahui fungsi
ilmu Allah SWT yang tidak resmi sebagai wasailul hayah
¨ Mengetahui fungsi
ilmu Allah SWT yang resmi sebagai minhajul hayah.
TITIK TEKAN MATERI
Allah SWT telah menciptakan
dan menjadikan alam ini seluruhnya lengkap dengan sistem yang menyeluruh.
Antara satu sama lain ada perakitan dan manfaatnya sendiri. Allah SWT yang
menjadikan semua isi alam ini dari yang sekecil-kecilnya hingga yang paling
besar, yang nyata dan yang ghaib. Dari sifat pengetahuan Allah SWT yang Maha
Mengetahui inilah, sehingga Allah SWT menjadi sumber ilmu.
Dengan ilmu Allah SWT
tersebut, kemudian Dia mengajar manusia terhadapo apa-apa yang tidak diketahui
menjadi diketahuinya. Ada ilmu Allah SWT yang diturunkan secara resmi kepada
Rasul-Nya dan ini kemudian menjadi pedoman hidup (minhajul hayah).
Ada ilmu Allah SWT yang diturunkansecara tidak resmi dan ini menjadi
sarana hidup (wasailul hayah).
Kedua ilmu tersebut sangat
bermanfaat untuk memeproleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Islam
mendorong kaumnya untuk menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat.
“Barangsiapa
menginginkan dunia maka ada ilmunya. Barangsiapa menginginkan akhirat maka ada
ilmunya. Barangsiapa menginginkan keduanya, maka diperlukan ilmu keduanya” (Al
Hadits).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBAHASAN
GERAKAN TERSELUBUNG
Ust. Mutammimul ‘Ula
Komunisme
adalah sebuah aliran berfikir, berlandaskan kepada atheisme, yaitu tidak
percaya kepada tuhan. Yang menjadikan materi sebagai asas segala-galanya, maka
sering disebut sebagai materialisme. Ditafsirkannya sejarah berdasarkan
pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman dibawah asuhan
Marx dan Indirest, maka kemudian disebut sebagai Marxisme. Kemudian
FADHAIL SHIYAM
TUJUAN
INSTRUKSIONAL
Setelah mendapatkan materi
ini maka peserta mampu :
Bersemangat untuk berpuasa
satu hari dalam setiap bulan.
TITIK
TEKAN MATERI
Pokok-pokok pikiran dan
titik tekan materi yang harus disampaikan adalah daya tarik dunia dan dorongan
syahwat yang harus dikendalikan baik mata maupun perut dan kemaluan.
BIRRUL WALIDAIN
Ust. Drs. Muhammad Sa’id
AQIDAH ADALAH ASAS AMAL
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah mengikuti materi ini
pemirsa diharapkan mampu :
1.
Menunjukkan pengertian Aqidah Islamiyyah
2.
Menunjukkan pembagian Aqidah Islamiyyah
3.
Menunjukkan aqidah sebagai amal hati yang lebih
fundamental dari pada amal organ lainnya
4.
Menunjukkan ayat-ayat tentang urgensi Aqidah bagi
amal perbuatan manusia
POKOK MATERI
AMRADHUD DA’WAH
Ust. M Ihsan ArliansyahTanjung
Amradhud Da’wah merupakan materi yang
membahas tentang penyakit-penyakit dalam da’wah. Amradhud Da’wah terbagi
menjadi 2 kelompok yaitu:
ALAM KUBUR
Tahapan-tahapan Kehidupan
Manusia
adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari [1] tanah (at-turab) dan ruh. Allah SWT membekalinya
dengan hati, akal dan jasad, sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu),
ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia
diberi amanah oleh Allah SWT, sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang
besar-besar, jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan
gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (33:72). Amanah yang diterima manusia
berupa ibadah (51:56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (2:30)
yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai
pertanggungjawabannya di hari akhir.
AKHLAK TERCELA
اْلاِبْتِعَادُعَنِ اْلأَخْلاَقُ اْلمَذْمُوْمَةُ
Kode: 1.A5.7
Tujuan
Instruksional
Setelah
mendapatkan materi ini peserta diharapkan mampu:
1.
Besikap tidak takabbur
(sombong), tidak menghina, tidak meremehkan, dan tidak mencibir dengan
isyarat apa pun.
2.
Mengetahui
hakikat kesombongan dan keburukannya dengan memberikan definisi kesombongan dan
menyebutkan keburukannya.
3.
Menjelaskan
hal-hal yang menyebabkan kesombongan, setidaknya 5 hal.
4.
Mengetahui dan
menguraikan perilaku tercela akibat kesombongan, setidaknya 3 hal.
5.
Menjaga dan
memelihara diri dari kesombongan karena takut akan ancaman Allah swt. dengan
cara meninggalkan hal-hal yang menyebabkan kesombongan dan meninggalkan
perilaku yang menunjukkan kesombongan.
Titik Tekan Materi
Dengan
materi menjahui akhlak tercela ini, maka seseorang akan memiliki sikap tidak
takabur, tidak menghina, tidak meremehkan, dan tidak mencibir dengan sikap apa
pun. Dengan materi ini akan terbentuk karakter matiinul khuluk pada diri
seseorang.
Dengan demikian kita akan berusaha mencapai
keridhaan Allah dengan menumbuhkan, meningkatkan, dan menjaga ketawadhu’an
dalam menjalankan segala aktivitas dalam pergaulan. Materi menekankan bahwa
kesombongan merupakan akhlak tercela dan merupakan sifat iblis laknatullah alaih. Iblis menganggap
dirinya lebih mulia daripada Nabi Adam karena dirinya diciptakan dari api
sedangkan Adam dari tanah. Rasulullah saw. mendefinisikan kibir (sombong)
adalah menolak yang hak dan meremehkan orang lain. Rasulullah saw. mengingatkan
bahwa orang yang di hatinya ada kesombongan tidak pernah mencium bau surga dan
tidak akan mendapatkan hidayah.
Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kesombongan dan
akibat-akibatnya. Disertai dengan contoh-contoh dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sebagai
penyeimbang, sertakan juga karaktristik ketawadhu’an sebagai lawan kesombongan.
Juga kiat-kiat menuju ketawadhu’an.
AHWALUL MUSLIM ALYAUM
Ust.
M Ihsan Arliansyah Tanjung
Tema ini adalah suatu upaya untuk menggambarkan akan
keadaan dunia Islam kontemporer (saat ini) dengan segala kelebihan dan
kekurangan-kekurangannya. Kondisi umat Islam saat ini penuh dengan kelemahan-kelemahan.
Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika
moral.
I’TIKAF
Secara harfiyah, I’tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan
sesuatu yang baik. Dengan demikian, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di
dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Penggunaan kata I’tikaf di dalam Al Quran terdapat pada firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala:
Resume Buku Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah-Fathi Yakan (Part-1)
Bergugurannya orang-orang yang
memperjuangkan dakwah telah menjadi masalah yang mewarnai perjalanan suatu
gerakan dakwah Islam dimanapun dan kapanpun gerakan tersebut eksis. Fenomena tasaquth
(berguguran) dan insilakh (melepaskan diri dari dakwah) sangat bisa
menggerogoti setiap muslim yang bergabung dalam gerakan dakwah Islam apapun;
dakwah di bidang politik, sosial, akademik, masyarakat, maupun keprofesian.
WANITA IDAMAN IKHWAN
Ikhwan,
akhwat yang sedang mencari pendamping hidup bacalah uraian berikut…malu
bertanya sesat di jalan …..
Ikhwan, jika
kalimat ikhwan dicerna dari segi bahasa arab maka akan berarti lelaki,
namun Negara kita Indonesia merupakan Negara yang mempunyai bahasa resmi yaitu
bahasa Indonesia, olehnya itu jika masyarakat mendengar kata ikhwan itu berarti
sangat erat kaitannya dengan agama islam, dengan demikian, pengertian ikhwan
adalah lelaki yang senantiasa taat menjalankan Agama Allah, syariat islam, dan
melaksanakan perintah Allah serta menjauhi laranganNYA.
ETIKA BUANG AIR
ETIKA BUANG AIR
Ada beberapa etika dan tata krama yang
harus diperhatikan oleh seorang Muslim ketika hendak qadha hajat (buang
air besar atau air kecil). Di antaranya adalah:
DAFTAR 50 TOKOH JIL INDONESIA
( JIL = Orang-orang yang lebih MENGEDEPANKAN AKAL dibanding NASH AL QUR'AN dan AS SUNNAH )
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Perbuatan menentang wahyu dengan akal adalah warisan Syaikh Abu Murrah (iblis). Dialah yang pertama kali menentang wahyu dengan akal dan mendahulukan akal dari pada wahyu.” (Ash-Shawa’iqul Mursalah, 3/998, lihat pula Syarh Aqidah Thahawiyah hal. 207)
Langganan:
Postingan (Atom)